Thursday, December 11, 2008

TEORY AND CONCEPTUAL MODEL OF NURSING


Theory And Conceptual Models of Nursing

Published by:
SUDIRYO ( NPM. 220111080041 )


1. VIRGINIA HENDERSON, 1978


Keperawatan adalah suatu fungsi yang unik dari perawat untuk menolong klien yang sakit atau sehat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan kemampuan, kekuatan, pengetahuan dan kemandirian pasien secara rasional, sehingga pasien dapat sembuh atau meninggal dengan tenang.

Definisi ini merupakan awal terpisahnya ilmu keperawatan dan medik dasar.
Dari definisi tersebut adalah asumsi tentang individu yaitu :
o Individu perlu untuk mempertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional.
o Individu memerlukan bantuan untuk memperoleh kesehatan dan kemandirian atau meninggal dengan damai.
o Individu membutuhkan kekuatan yang diperlukan , keinginan atau pengetahuan untuk mencapai atau mempertahankan kesehatan.

Henderson berpendapat peranan perawat membantu individu sehat sakit dengan suatu cara penambah atau pelengkap (supplementary atau emplementary). Perawat sebagai partner penolong pasien dan kalau perlu sebagai pengganti bagi pasien.

Focus perawat adalah menolong pasien dan keluarga untuk memperoleh kebebasan dalam hal memenuhi 14 kebutuhan dasar yaitu :

1. Bernafas secara normal

2. Makan dan minum cukup /adekuat

3. Eliminasi

4. Bergerak dan mempertahankan posisi yang dikehendaki

5. Istirahat dan tidur

6. Memilih baju yang cocok, cara berpakaian; berpakaian dan melepas pakaian.

7. Mempertahankan temperature tubuh dan rentang normal

8. Menjaga tubuh tetap rapi dan bersih

9. Menghindari bahaya dari lingkungan

10. Berkomunikasi dengan orang lain

11. Beribadah menurut keyakinan

12. Bekerja yang menjanjikan prestasi

13. Bermain dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi

14. Belajar menggali atau memuaskan rasa keingintahuan yang mengacu pada perkembangan dan kesehatan normal.

Nama lengkap :Virginia Avenel Henderson

Lahir : November 30, 1897, Kansas City, Missouri
Meninggal : March 19, 1996, Branford, Connecticut
Orang Tua: Daniel B. and Lucy A. Henderson

Pendidikan:

Early education at home in Virginia with her aunts, her sister and an uncle, Charles Abbott, at his school for boys in the community
Army School of Nursing, Washington, D.C., Graduated 1921
Teachers College, Columbia University, BS, 1931; MS, 1934

Karir dalam Keperawatan:

Henry Street Visiting Nurse Association, New York, New York, 1921
Visiting Nurse Association, Washington, D.C., 1923-1924
Norfolk Protestant Hospital, Norfolk, Virginia, Instructor and Educational Director, 1924-1929
Strong Memorial Hospital, Rochester, New York, Supervisor and Clinical Instructor, Outpatient Department, 1930
Teachers College, Columbia University, New York, Instructor and Associate Professor, 1934-1948
Yale University School of Nursing, New Haven, Connecticut, Research Associate, 1953-1971; Research Associate Emeritus, 1971-1996



2. DOROTHEA OREM 1978

Keperawatan adalah sebuah pertolongan atas pelayanan yang diberikan untuk menolong orang secara keseluruhan ketika mereka atau orang yang bertanggung jawab atas perawatan mereka tidak mampu memberikan perawatan kepada mereka.

Keperawatan merupakan salah satu daya atau usaha manusia untuk membantu manusia lain dengan melakukan atau memberikan pelayanan yang professional dan tindakan untuk membawa manusia pada situasi yang saling menyayangi antara manusia dengan bentuk pelayanan yang berfokus kepada manusia seutuhnya yang tidak terlepas dari lingkungannya.

Menurut OREM asuhan keperawatan dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang memperlajari kemampuan untuk merawat diri sendiri sehingga membantu individu memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan kesejahteraan.

Teori ini dikenal dengan TEORI SELF CARE (Perawatan Diri )Orang dewasa dapat merawat diri mereka sendiri, sedangkan bayi, lansia dan orang sakit membutuhkan bantuan untuk memenuhi aktivitas self care mereka.

Orem mengklasifikasikan self care dalam 3 syarat :
o Syarat universal : fisiologi dan psikososial termasuk kebutuhan udara, air, makanan, eliminasi, aktivitas dan istirahat, sosial, pencegahan bahaya.
o Syarat pengembangan : untuk meningkatkan proses perkembangan sepanjang siklus hidup.
o Penyimpangan kesehatan berhubungan dengan kerusakan atau penyimpangan cara, struktur norma dan integritas yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan self care.

Asuhan keperawatan mandiri dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantungan atau kebutuhan pasien dan kemampuan pasien.

Oleh karena itu ada tiga tingkatan dalam asuhan keperawatan mandiri.
o Perawat memberi keperawatan total ketika pertama kali asuhan keperawatan dilakukan karena tingkat ketergantungan pasien yang tinggi ( system pengganti keseluruhan ).
o Perawat dan pasien saling berkolaborasi dalam tindakan keperawatan ( system pengganti sebagian )
o Pasien merawat diri sendiri dengan bimbingan perawat ( system dukungan/pendidikan ).


3. IMOGENE KING 1971

Keperawatan adalah suatu profesi yang memberikan bantuan pada individu dan kelompok untuk mencapai, memelihara dan mempertahankan derajat kesehatan dengan memperhatikan, memikirkan, menghubungkan, menentukan dan melakukan tindakan perawatan sehingga individu atau kelompok berprilaku yang sesuai dengan kondisi keperawatan.

Keperawatan berhubungan langsung dengan lingkungan, tempat atau ruang dan waktu untuk membentuk suatu hubungan menanggulangi status kesehatan dalam proses interpersonal reaksi interaksi dan transaksi dimana perawat dank Klien berbagi informasi mengenai persepsinya dalam keperawatan.

Kerangka ini dikenal dengan system kerangka terbuka. Asumsi yang mendasari kerangka ini adalah :

o Asuhan keperawatan berfokus pada manusia termasuk berbagai hal yang mempengaruhi kesehatan seseorango Tujuan asuhan keperawatan adalah kesehatan bagi individu, kelompok dan masyarakat.
o Manusia selalu berinteraksi secara konstan terhadap lingkungan dalam kerangka konsep ini.
Tiga system yang saling berinteraksi :
 Keperibadian ( personal system ) setiap individu mempunyai system kepribadian tertentu.
 System interpersonal terbentuk karena hasil interaksi manusia, dapat berbentuk interaksi, komunikasi, perjanjian, stress dan peran.
 System sosial meliputi keluarga, kelompok, keagamaan, system pendidikan, system pekerjaan dan kelompok sebaya.

Menurut King, tujuan pemberian asuhan keperawatan dapat dicapai jika perawat dan pasien saling bekerja sama dalam mengidentifikasi masalah serta menetapkan tujuan bersama yang hendak dicapai.


4. BETTY NEWMAN, 1989

Keperawatan adalah suatu profesi yang unik dengan memperhatikan seluruh factor-faktor yang mempengaruhi respon individu terhadap penyebab stress, tekanan intra, inter dan ekstra personal.

Perawatan berfokus kepada mencegah serangan stress dalam melindungi klien untuk mendapatkan atau meningkatkan derajat kesehatan yang paling baik.

Perawatan menolong pasien untuk menempatkan primary, secondary dan tertiary.

Metode pencegahan untuk mencegah stress yang disebabkan factor lingkungan dan meningkatkan system pertahanan pasien.

Menurut Newman, asuhan keperawatan dilakukan untuk mencegah atau mengurangi reaksi tubuh akibat adanya stressor. Peran ini disebut pencegahan penyakit yang terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tertier.

 Primer = meliputi tindakan keperawatan untuk mengidentifikasi adanya stressor, mencegah terjadinya reaksi tubuh karena adanya stressor.
 Sekunder = tindakan keperawatan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit atau reaksi tubuh lainnya karena adanya stressor.
 Tersier = meliputi pengobatan rutin dan teratur serta pencegahan kerusakan lebih lanjut atau komplikasi dari suatu penyakit.


5. CALISTA ROY 1976

Keperawatan adalah sebagai ilmu pengetahuan melalui proses analisa dan tindakan yang berhubungan untuk merawat klien yang sakit atau yang kurang sehat.

Sebagai ilmu pengetahuan keperawatan Metode yang digunakan adalah terapeutik, scientifik dan knowledge dalam memberikan pelayanan yang esensial untuk meningkatkan dan mempengaruhi derajat kesehatan.

Roy menggambarkan metode adaptasi dalam keperawatan :
o Individu adalah makhluk biospikososial sebagai satu kesatuan yang utuh. Seseorang dikatakan sehat jika mampu berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis, psikologis dan sosial.
o Setiap orang selalu menggunakan koping baik yang bersifat positif maupun yang negatif untuk dapat beradaptasi.
Kemampuan beradaptasi seseorang dipengaruhi oleh tiga komponen yaitu :
 Penyebab utama terjadi perubahan
 Factor kondisi dan situasi yang berbeda
 Keyakinan dan pengalaman dalam beradaptasi.
o Setiap individu berespon terhadap kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan konsep diri yang positif, kemampuan untuk hidup mandiri/kemandirian, serta kebutuhan akan kemampuan melalui peran dan fungsi secara optimal untuk memelihara integritas diri.
o Posisi individu pada rentang sehat sakit terus berubah, berhubungan erat dengan keefektifan koping yang dilakukan untuk memelihara kemampuan beradaptasi.

o Roy berpendapat ada 2 metode koping yaitu :
Regulator = memproses input secara sistematis melalui jalur saraf, kimia dan endokrin
Cagnator = memproses input melalui cara kognitif seperti persepsi, proses informasi, belajar, keputusan dan emosi.

o Individu adalah makhluk biopsikososial sebagai satu kesatuan yang utuh yang memiliki mekanisme koping untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Individu selalu berinteraksi secara konstan atau selalu beradaptif terhadap perubahan lingkungan.

o Lingkungan adalah semua yang ada disekeliling kita dan berpengaruh terhadap perkembangan manusia.

o Sehat adalah suatu keadaan proses dalam menjaga integritas diri Peran perawat adalah membantu pasien beradaptasi terhadap perubahan yang ada.

Menurut Roy, tindakan keperawatan ditujukan untuk meningkatkan adaptasi individu terhadap sehat dan penyakit.

Keempat model adaptasi itu adalah :

o Model fisiologi : cairan dan elektrolit, sirkulasi dan oksigenasi, nutrisi dan eliminasi, proteksi, neurology dan endokrin.
o Model konsep diri : gambaran diri, ideal diri, moral diri.
o Model fungsi peran : kebutuhan akan integritas
o Model interdependen (kemandirian ) : hubungan seseorang dengan yang lain dan sumber system yang memberikan bantuan, kasih sayang dan perhatian.



6. MARTHA ROGERS, 1970.

Keperawatan adalah pengetahuan yang ditujukan untuk mengurangi kecemasan terhadap pemeliharaan dan peningkatan kesehatan , pencegahan penyakit, perawatan rehabilitasi penderita sakit serta penyandang cacat.

Teori Rogers berfokus pada proses kehidupan manusia.
Menurutnya kehidupan seseorang dipengaruhi alam sebagai lingkungan hidup manusia dan pola pertumbuhan dan perkembangan seseorang.

Asumsi dasar teori rogers tentang manusia adalah :
o Manusia adalah kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain.
o Kehidupan setiap manusia adalah sesuatu yang unik . tidak ada dua hal didalam kehidupan ini yang dapat diulang dengan cara yang sama dibawah keadaan yang sama . jalan hidup seseorang berbeda dengan yang lain.
o Perkembangan manusia dapat dinilai dari tingkah lakunya.
o Manusia diciptakan dengan karakteristik dan keunikan tersendiri misalnya dalam hal sifat dan emosi.

Rogers menggambarkan individu dan lingkungan sebagai medan energi, terbuka, berpola



7. ABDELLAH FAYE

Keperawatan adalah seni ilmu dalam memberikan pelayanan kepada individu, keluarga dan masyarakat.
Untuk membentuk sikap dalam meningkatkan kemampuandan keterampilan setiap individu perawat untuk mencapai tujuan membantu manusia yang sakit maupun sehat, menanggulangi atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan kesehatannya.



8. PEPLAU

Keperawatan adalah suatu hasil proses kerja sama manusia dengan manusia lainnya supaya menjadi sehat atau tetap sehat (hubungan antar manusia)

Pendidikan atau pematangan tujuan yang dimaksud untuk meningkatkan gerakan yang progresif dan kepribadian seseorang dalam berkreasi, membangun, menghasilkan pribadi dan cara hidup bermasyarakat.

Hubungan interpersonal yang merupakan factor utama model keperawatan menurut Peplau mempunyai asumsi terhadap 4 konsep utama yaitu :

o Manusia = individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Tiap individu merupakan makhluk yang unik, mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal.

o Masyarakat/lingkungan = budaya dan adapt istiadat merupakan factor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi kehidupan.

o Kesehatan = didefinisikan sebagai perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan kea rah kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif.

o Keperawatan = dipandang sebagai proses interpersonal yang bermakna. Proses interpersonal merupakan materina force dan alat edukatif yang baik bagi perawat maupun klien.

Pengetahuan diri dalam konteks interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dan mencapai resolusi masalah.

Suatu model dapat diuraikan secara rinci kebutuhan utama/primer ;

o Tujuan asuhan keperawatan Kepribadian yang berkembang melalui hubungan interpersonal mendidik dalam pemenuhan kebutuhan klien.

o Klien
System dari yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia, fisiologis, interpersonal dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan mengintegrasikan belajar pengalaman.

o Peran nurse
Nurse berperan mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan pasien yang bersifat partisipatif, sedangkan pasien mengendalikan isi yang menjadi tujuan.

Dalam hubungannya dengan pasien, perawat berperan sebagai orang asing, pendidik, narasumber, pengasuh pengganti, pemimpin dan konselor sesuai dengan fase proses interpersonal.

o Sumber kesulitan
Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman interpersonal yang lalu dengan yang sekarang ansietas terjadi apabila komunikasi dengan orang lain mengancam keamanan psikologik dan biologic individu.

o Focus intervensi
Ansietas yang disebabkan oleh hubungan interpersonal yang mempengaruhi perkembangan kepribadian .

4 komponen sentral yaitu proses interpersonal, perawat, pasien dan ansietas.

o Cara intervensi
Proses interpersonal terdiri dari 4 fase yaitu :

 Fase orientasi
Lebih difokuskan untuk membantu pasien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif falam pemberian askep pada klien.

 Fase identifikasi
Terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perilaku pasien dan memberikan askep yang tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasi kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dan kepribadian pasien.

Respon pasien pada fase identifikasi dapat berupa :
 Pasrtisipan mandiri dalam hubungannya dengan perawat
 Individu mandiri terpisah dari perawat
 Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat.

 Fase eksplorasi
Memungkinkan suatu situasi dimana pasien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan/persepsinya terhadap situasi. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal.

 Fase resolusi
Secara bertahap pasien melepaskan diri dari perawat. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi kea rah realisasi potensi.

Keempat fase tersebut merupakan rangkaian proses pengembangan dimana perawat membimbing pasien dari rasa ketergantungan yang tinggi menjadi interaksi yang saling tergantung dalam lingkungan sosial.

Perawat mempunyai 6 peran sebagai berikut :

 Orang asing ( stranger ) berbagi rasa hormat dan minat yang positif pada pasien. Perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada situasi baru.

 Nara sumber ( resources person ) memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengarah pada area permasalahan yang memerlukan bantuan.

 Pendidik ( teacher ) merupakan kombinasi dari semua peran yang lain

 Kepemimpinan ( leadership ) mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan

 Pengasuh pengganti ( surrogate ) membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal.

 Konselor ( consellor ) meningkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif.



9. FLORENCE NIGHTINGALE 1895

Keperawatan adalah suatu proses menempatkan pasien dalam kondisi paling baik untuk beraktivitas yaitu lingkungan yang sehat dan udara yang bersih.



10. LEVINE

Keperawatan adalah bagian budaya yang direfleksikan dengan ide-ide dan nilai-nilai , dimana perawat memandang manusia itu sama, merupakan suatu rangkaian disiplin dalam menguasai organisasi atau kumpulan yang dimiliki individu dalam menjalin hubungan manusia sekitarnya.
Intisari dari keperawatan adalah manusia.

Asumsinya bahwa definisi teori tersebut adalah sebagai berikut :
o Kondisi
Klien memasuki system pelayanan kesehatan dalam bagian penyakit atau perubahan kesehatan.
o Responsibilitas tanggung jawab
Perawat bertanggung jawab dalam mengenal respon (perubahan tingkah laku atau tingkat fungsi tubuh ) sebagai adaptasi klien atau usaha untuk beradaptasi terhadap lingkungan.
4 respon antara lain :
 Rasa takut
 Stress
 Inflamasi
 Sensorio

Fungsi
Fungsi perawat memasukkan intervensi untuk meningkatkan adaptasi terhadap penyakit dan evaluasi intervensi sebagai support (dorongan) atau terapeutik koping. Intervensi membantu mempertahankan status kesehatan dan mencegah penyakit lebih lanjut. Intervensi terapeutik meningkatkan penyembuhan dan pemulihan kesehatan.

4 prinsip perlindungan yang mendorong tujuan perawatan untuk mempertahankan atau memulihkan seseorang ke status kesehatan :

 Perlindungan terhadap energi
Keseimbangan intake dan output energi untuk mencegah kelelahan
 Perlindungan terhadap integritas struktur
Mempertahankan atau pemulihan struktur tubuh (penyembuhan )
 Perlindungan terhadap integritas personal
Mempertahankan atau pemulihan rasa identitas dan harga diri (mengenali kualitas diri)
 Perlindungan terhadap integritas sosial
Memperkenalkan klien sebagai suatu makhluk sosial khususnya dengan orang lain.

Teori Levine berfokus pada satu orang klien, teori ini mempunyai implikasi utama dalam pengaturan perawatan akut, dimana intervensi dapat bersifat mendorong atau terapeutik.


11. JEAN ORLANDO 1961


Keperawatan berlandaskan teori hubungan interpersonal yang menitikberatkan pada sifat unik individu atau klien dalam ekspresi verbal yang mengisyaratkan adanya kebutuhan dan cara-cara memenuhi kebutuhan.

Teori Jean Orlando mengandung konsep kerangka kerja untuk perawat professional yang mengandung 3 elemen yaitu : perilaku klien, reaksi dan tindakan keperawatan , mengubah situasi perawat setelah perawat memperkirakan kebutuhan klien , perawat mengetahui penyebab yang mempengaruhi derajat kesehatan , lalu bertindak secara spontan atau berkolaborasi untuk memberikan pelayanan kesehatan.


12. JEAN WATSON 1979

Keperawatan adalah filsafat dalam usaha merawat untuk memberi definisi hasil tindakan keperawatan dengan memperhatikan aspek humanistic dalam kehidupan.
Tindakan keperawatan diarahkan pada pemeliharaan hubungan timbal balik dalam kesehatan. Sakit dan perilaku.

Perawat berkonsentrasi pada peningkatan kesehatan mempertahankan suatu kesehatan dalam pencegahan penyakit.

Model Jean Watson ini bentuk proses perawatannya menolong klien untuk mencapai atau memelihara kesehatan atau mati dengan tenang.

Tindakan berhubungan dengan proses perawatan manusia, penguasaan ilmu pengetahuan adalah utama dalam memberikan tindakan perawatan megenai perilaku manusia dan respon menusia untuk menentukan masalah yang nyata atau potensial kebutuhan klien.

NILAI DAN KEYAKINAN

 NILAI
o Perawatan mempunyai faktor yang unik
o Perawatan adalah pelayanan yang diberikan secara langsung terhadap orang sakit atau sehat, kelompok, keluarga dan masyarakat
o Perawatan menggunakan proses untuk melakukan rencana perawatan
o Perawatan meliputi hubungan interpersonal yang berkelanjutan, hubungan perawat dan klien merupakan hubungan yang sangat penting.

 KEYAKINAN
o Persyaratan dasar pikiran atau anggapan terhadap konsep mengenai keperawatan
o Setiap keyakinan model keperawatan merupakan inti dari keperawatan
o Keyakinan ditransfer dari teori scientik atau praktek dan salah satu hasil dari penelitian.
o Keyakinan sebagian besar adalah satu model dengan model yang lainnya. Contoh : keyakinan mengenai manusia atau klien sangat berbeda.

Henderson melihat klien mempunyai kebutuhan dasar sedangkan Roy menjadikan 4 model penyesuaian.

 TUJUAN
o Meningkatkan kemampuan klien untuk berperan aktif dalam mencapai kesehatan yang optimal
o Membantu klien dalam perawatan untuk menuju kesehatan yang optimal atau meninggal dengan tenang.
o Menolong klien untuk mendapatkan primary, secondary dan tertiary prevention

Wednesday, December 10, 2008

AIDS...! apakah itu..?


Publish by : Dudih Hidayat

NPM : 20111080025

APAKAH AIDS ITU ?

Penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.Virus penyebab AIDS adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus)Penderita AIDS yang meninggal, bukan semata-mata disebabkan oleh virus AIDS, tetapi juga oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak, seandainya sistem kekebalan tubuh tidak rusak oleh virus AIDS.

APAKAH HIV ITU ?

HIV adalah virus seperti influenza,cold.sebenarnya virus bukan sesuatu yang istimewa akan tetapi kemampuanya yang bisa berkembang biak, membuat virus-virus baru hal ini yang menjadikan sangat berbahaya karena bisa membunuh sel tubuh.HIV menginfeksi T-cell yang mana \t-cell ini merupakan sell kekebalan tubuh manusia.

APA HIV TEST

HIV test adalah test yang akan memperlihatkan apakah seseorang terinfeksi virus hiv,virus yang menyerang system kekbalan tubuh dan menyebabkan AIDS.

ELISA atau enzyme linked immunosorbent assay adalah test yang biasa di gunakan untuk mengetahui infeksi dari virus hiv.

SIKLUS HIDUP HIV

· STEP 1: BINDING

· STEP 2:REVERSE TRANCRIPT

· STEP 3:INTEGRATION

· STEP 4: TRANCRIPTION

· STEP 5: TRANSLATION

· STEP 6. VIRAL ASSEMBLY AND MATURATION

BAGAIMANA AIDS MENULAR ?

· 75-85 % Penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10 % diantaranya melalui hubungan homoseksual)

· 5-10 % akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik)

· 3-5 % melalui transfusi darah yang tercemar

· 90 % infeksi pada bayi dan anak terjadi dari Ibu yang mengidap HIV

· 25-35 % bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV

GEJALA AIDS

· Rasa lelah berkepanjangan

· Sesak nafas dan batuk berkepanjangan

· Berat badan turun secara menyolok

· Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas

· Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit)

· Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas

· Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas

SIAPA KELOMPOK RESIKO TINGGI TERKENA AIDS ?

· Siapa saja yang memiliki perilaku seksual berganti-ganti pasangan

· Pemakai atau pengkonsumsi narkoba akibat alat suntik yang tercemar

BAGAIMANA MENCEGAH AIDS

· Tidak berganti-ganti pasangan seksual

· Pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan terhadap penggunaan jarum suntik yang diulang

· Dengan formula A-B-C

· ABSTINENSIA artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah

· BE FAITHFUL artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja

· CONDOM artinya pencegahan dengan menggunakan kondom

BLOOD TEST YANG DI PERLUKAN UNTUK PASIEN AIDS

· T-sell

· Viral load

· Complet blood count ( cbc )

· Chem. Screen test

PENYAKIT-OPORTUNIST

· Aspergillosis

· Bacterial Diarrhea (Salmonellosis, Campylobacteriosis, and Shigellosis)

· Bacterial Pneumonia

· Candidiasis

· Hepatitis C

· Herpes Simplex Virus (oral & genital herpes)

· Herpes Zoster Virus

· Kaposi's Sarcoma (KS)

· Thrombocytopenia

· Tuberculosis

· Pneumocystis Pneumonia (PCP)

· DLL


Resources :

- aids.org

-aidsupdate.org

-aidsonline.org

Virginia Henderson

VIRGINIA HENDERSON

Author : Sudiryo
NPM : 220111080041
Untuk E-Learning Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD Bandung

Lahir di Kansas city Missouri tahun 1897, anak ke 5 dari 8 bersaudara. Tertarik dengan keperawatan selama perang dunia pertama, ia ingin membantu personal militer yang sakit dan terluka. Ia lulusan dari Army School Of Nursing di Washington DC tahun 1921, BS dan MA tahun 1926. Sejak tahun 1953 menjadi associate Riset di Yale University School Of Nursing. Menerima Honorary Doktoral dari Chatolik Univercity Of America Pace Univercity,Univercity Of Rochostre, University Of Wstern Ontario dan Yale Univercity. Buku yang dipublikasikan “The Nature Of Nursing dan Basic Of Nursing Care”

Komponen-komponen yang mendasari model keperawatan Virginia Henderson :
THE ACTIVITIES OF LIVING
Definisi keperawatan menurut Virginia Hendorson (1966) adalah :

Fungsi unik dari keperawatan adlah membantu individu baik sehat atau sakit dalam melaksanakan aktivitas yang mendukung kesehatan , penyembuhanatau meninggal dunia dengan damai, dimana individu tersebut melakukannya dengan mandiri saat individu tersebut memiliki kekuatan, kemauan atau pengetahuan.

KEYAKINAN DAN TATA NILAI

Fokus keperawatan adalah klien yang memiliki ketertarikan hidup secara individual selama daurkehidupan bergerak dari ketergantungan kearah kemandirian sesuai dengan usia, kemauan atau pengetahuan.
Perawat merupakan penolong utama individu dalam melaksanakan aktifitas penting untuk memelihara dan memulihkan kesehatan atau meninggal dunia dengan damai, dimana bantuan yang diberikan oleh perawat dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kekuatan atau kemauan klien melaksanakan 14 komponen keperawatan dasar,
Hal-hal yang harus diperhatikan selama memberikan asuhan adalah:
manusia mengalami perkembangan mulai dari konsepsi, meninggal dunia melalui proses tumbuh kembang.
Individu dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari mulai ketergantung - Mandiri

Rentang ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain:
Pola asuh orang tua
Lingkungan, latar bbelakang budaya
Kesehatan dll

Individu dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dapat ditemui kondisi :
- Belum dapat melaksanakan aktifitas
- Terhambat melakukan aktifitas lagi
- Tidak dapat melakukan aktifitas lagi

Tuesday, December 09, 2008

TEORI KEPERAWATAN VIRGINIA HANDERSON

TEORI KEPERAWATAN VIRGINIA HANDERSON


A. DEFINISI
Keperawatan menurut Henderson adalah suatu fungsi yang unik dari Keperawatan untuk menolong klien yang sakit atau sehat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan kemampuan, kekuatan, pengetahuan dan kemandirian pasien secara rasional, sehingga pasien sembuh atau meninggal dengan tenang.
Definisi ini merupakan awal terpisahnya ilmu keperawatan dan medik dasar.

Dari referensi tersebut asumsi dari individu yaitu :
1. Individu perlu mempertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional
2. Individu memerlukan bantuan untuk memperoleh kesehatan dan kemandirian atau meninggal dengan damai
3. Individu membutuhkan kekuatan yang diperlukan, keinginan atau pengetahuan untuk mencapai atau mempertahankan kesehatan

Henderson berpendapat peranan perawat membantu individu sehat sakit dengan suatu cara penambah atau pelengkap (supplementary atau emplementary).
Perawat sebagai partner penolong pasien dan kalau perlu sebagai pengganti pasien.

Focus perawat adalah menolong pasien dan keluarga untuk memperoleh kebebasan dalam makan, bernafas normal.
Tempat memenuhi kebutuhan dasar: bergerak dengan mempertahankan, eliminasi sampah tubuh, minum adequate merubah dengan yang cocok. Tidur dan istirahat, posisi yang diinginkan, mempertahankan temperature tubuh dalam rentang normal dengan mengatur menjaga tubuh, pakaian dan mendidik lingkungan.

1.Holisme
Model perawat yang dijelaskan oleh Virginia handerson adalah model konsep aktifitas sehari-hari dengan mengambarkan gambaran fungsi utama perawat yaitu menolong orang yang sakit/sehat dalam usaha menjaga kesehatan atau menghadapi kematian dengan tenang.

Teori Henderson berfokus pada individu berdasarkan pandangan, yaitu jasmani(body) dan rohani (mind) yang tidak dapat dipisahkan.

Menurut Henderson manusia adalah unik dan tidak ada dua manusia yang sama.
Kebutuhan – kebutuhan individu tercermin dalam 14 komponen asuhan Keperawatan dasar (basic nursing care):

1) bernafas dengan normal,
2) nutrisi,
3) eliminasi,
4) gerak dan keseimbangan tubuh,
5) istirahat tidur,
6) berpakain,
7) mempertahankan sirkulasi,
8) personal hygiene,
9) rasa aman dan nyaman,
10) berkomunikasi,
11) kebutuhan spiritual,
12) kebutuhan rekreasi,
13) kebutuhan bekerja,
14) kebutuhan bermain dan rekreasi dan kebutuhan belajar.

Pemahaman konsep teori Keperawatan Henderson didasari kepada keyakinan dan nilai yang dimilikinya, diantaranya:

a)Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pertumbuhan dan perkembangan dalam rentang kehidupan.
b)Dalam melaksanakn ADL individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi dewasa yang di pengaruhi oleh pola asuh,lingkungan dan kesehatan.
c)Dalam melaksanakan ADL individu di kelompokkan menjadi : terhambat dalam melakukan aktifitas,belum dapat melakukan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas.

2.Caring
Caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan membantu orang lain bertumbuh dan mengaktualisasikan diri.
Tujuan asumsi mendasari konsep caring

a)Caring hanya hanya efektif bila diperlihatkan dan dipraktikan secara interpersonal.
b)Caring terdiri dari karatif yang berasal dari kepuasan dalam membantu memenuhi kebutuha manusia atau klien.
c)Caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan individu dan keluarga.
d)Caring merupakan respon yang diterima oleh seseorang yang tidak hanya saat itu juga namun juga mempengruhi akan seperti apakah seseorang tersebut nantinya.
e)Lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk mendukung perkembangan seseorang dan mempengaruhi seseorang dalam memilih tindakan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
f)Caring merupakan inti dari Keperawatan.
g)Caring memadukan antara pengetahuan biofisik dengan pengetahuan mengenai prilaku manusia yang berguna dalam peningkatan derajat kesehatan dalam membantu klien yang sakit.


3.Humanism.
Orang humanis yang meyakini kebaikan nilai-nilai manusia sebagai suatu komitmen dalam bekerja untuk kemanusiaan.
Contoh prilaku yang manusiawi adalah empaty,simpaty,terharu dan menghargai kehidupan.
Dalam Keperawatan humanism merupakan suatu sikap dan pendekatan yang memperlakukan pasien sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan bio, psiko, sosio, cultural.

Perawat yang mengunakan pendekatan humanism dalam prakteknya memperhitungkan semua yang di ketahuinya tentang pasien yang meliputi pikiran,perasaan,nilai-nilai, pengalamn,kesukaan,prilaku dan bahasa tubuh.