This Blog gives all information / News about Nurses, Nursing, Nursing science, Nursing profession, Nursing Professionalisme, Nursing Degree, Nursing Education, Nursing Arts, Nursing knowlegde, Nursing Jobs, Nursing Issues, Nursing Procedures, Nursing Care, Nursing Organization, Nurses' Websites, Nurses' Blogs, Nurses' Images, Nurses' Opinion, etc... All about Nurses and Nursing...
Tuesday, December 09, 2008
TEORI KEPERAWATAN VIRGINIA HANDERSON
A. DEFINISI
Keperawatan menurut Henderson adalah suatu fungsi yang unik dari Keperawatan untuk menolong klien yang sakit atau sehat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan kemampuan, kekuatan, pengetahuan dan kemandirian pasien secara rasional, sehingga pasien sembuh atau meninggal dengan tenang.
Definisi ini merupakan awal terpisahnya ilmu keperawatan dan medik dasar.
Dari referensi tersebut asumsi dari individu yaitu :
1. Individu perlu mempertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional
2. Individu memerlukan bantuan untuk memperoleh kesehatan dan kemandirian atau meninggal dengan damai
3. Individu membutuhkan kekuatan yang diperlukan, keinginan atau pengetahuan untuk mencapai atau mempertahankan kesehatan
Henderson berpendapat peranan perawat membantu individu sehat sakit dengan suatu cara penambah atau pelengkap (supplementary atau emplementary).
Perawat sebagai partner penolong pasien dan kalau perlu sebagai pengganti pasien.
Focus perawat adalah menolong pasien dan keluarga untuk memperoleh kebebasan dalam makan, bernafas normal.
Tempat memenuhi kebutuhan dasar: bergerak dengan mempertahankan, eliminasi sampah tubuh, minum adequate merubah dengan yang cocok. Tidur dan istirahat, posisi yang diinginkan, mempertahankan temperature tubuh dalam rentang normal dengan mengatur menjaga tubuh, pakaian dan mendidik lingkungan.
1.Holisme
Model perawat yang dijelaskan oleh Virginia handerson adalah model konsep aktifitas sehari-hari dengan mengambarkan gambaran fungsi utama perawat yaitu menolong orang yang sakit/sehat dalam usaha menjaga kesehatan atau menghadapi kematian dengan tenang.
Teori Henderson berfokus pada individu berdasarkan pandangan, yaitu jasmani(body) dan rohani (mind) yang tidak dapat dipisahkan.
Menurut Henderson manusia adalah unik dan tidak ada dua manusia yang sama.
Kebutuhan – kebutuhan individu tercermin dalam 14 komponen asuhan Keperawatan dasar (basic nursing care):
1) bernafas dengan normal,
2) nutrisi,
3) eliminasi,
4) gerak dan keseimbangan tubuh,
5) istirahat tidur,
6) berpakain,
7) mempertahankan sirkulasi,
8) personal hygiene,
9) rasa aman dan nyaman,
10) berkomunikasi,
11) kebutuhan spiritual,
12) kebutuhan rekreasi,
13) kebutuhan bekerja,
14) kebutuhan bermain dan rekreasi dan kebutuhan belajar.
Pemahaman konsep teori Keperawatan Henderson didasari kepada keyakinan dan nilai yang dimilikinya, diantaranya:
a)Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pertumbuhan dan perkembangan dalam rentang kehidupan.
b)Dalam melaksanakn ADL individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi dewasa yang di pengaruhi oleh pola asuh,lingkungan dan kesehatan.
c)Dalam melaksanakan ADL individu di kelompokkan menjadi : terhambat dalam melakukan aktifitas,belum dapat melakukan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas.
2.Caring
Caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan membantu orang lain bertumbuh dan mengaktualisasikan diri.
Tujuan asumsi mendasari konsep caring
a)Caring hanya hanya efektif bila diperlihatkan dan dipraktikan secara interpersonal.
b)Caring terdiri dari karatif yang berasal dari kepuasan dalam membantu memenuhi kebutuha manusia atau klien.
c)Caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan individu dan keluarga.
d)Caring merupakan respon yang diterima oleh seseorang yang tidak hanya saat itu juga namun juga mempengruhi akan seperti apakah seseorang tersebut nantinya.
e)Lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk mendukung perkembangan seseorang dan mempengaruhi seseorang dalam memilih tindakan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
f)Caring merupakan inti dari Keperawatan.
g)Caring memadukan antara pengetahuan biofisik dengan pengetahuan mengenai prilaku manusia yang berguna dalam peningkatan derajat kesehatan dalam membantu klien yang sakit.
3.Humanism.
Orang humanis yang meyakini kebaikan nilai-nilai manusia sebagai suatu komitmen dalam bekerja untuk kemanusiaan.
Contoh prilaku yang manusiawi adalah empaty,simpaty,terharu dan menghargai kehidupan.
Dalam Keperawatan humanism merupakan suatu sikap dan pendekatan yang memperlakukan pasien sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan bio, psiko, sosio, cultural.
Perawat yang mengunakan pendekatan humanism dalam prakteknya memperhitungkan semua yang di ketahuinya tentang pasien yang meliputi pikiran,perasaan,nilai-nilai, pengalamn,kesukaan,prilaku dan bahasa tubuh.
Saturday, December 06, 2008
CANCER
NPM : 220111080048
Modalities of cancer therapy :
Surgery
Radiation therapy
Chemotherapy - Cytotoxic drugs
- Hormonal therapy
- Biologic response
- Modifiers
- Differentiating
- Drugs
- Antiangiogenesis
- Drugs
- Signal
- Transduction
- Inhibitors
- Monoclonal
- Antibodies
Multimodality and
Adjuvant
Chemotherapy
Bone marrow
Transplantation
Gene Therapy
CRYO , salah satu terapi kanker tanpa operasi
NPM : 220111080048
Di Indonesia saat ini , terapi kanker telah menggunakan cara Cryo tanpa menggunakan pisau bedah. Operasi memang tetap menjadi lini terdepan penanganan kanker.Namun karena pelbagai sebab seperti ketakutan akan pisau atau hambatan psikologis menemukan dirinya akan menjadi cacat, sering di tolak pasien.Terapi tampa menggunakan pisau bedah disebut juga Cryoablation therapy,disingkat Cryo. Meskipun tidak semua kanker bisa disembuhkan secara tuntas dengan tindakan Cryo, namun dari sisi pasien, kualitas hidupnya akan meningkat jauh.
Cryoablasi adalah penggunaan suhu ekstrim rendah ( hingga 75 derajat celcius di bawah nol) untuk menghancurkan sel kanker. Sel kanker berubah menjadi gumpalan es, begitu probe ( jarum) cryo masuk dan bekerja dalam jaringan kanker.
Beberapa keuntungan dari tindakan cryo :
- Meminimalisir efek samping pembedahan seperti nyeri, pendarahn dan lainnya.
- Meminimalisir kerusakan jaringan sekitar karena cryoablasi terfokus pada kanker.
- Dapat di ulang dan berjalan bersamaan dengan terapi standar seperti pembedahan, kemoterapi dan radiasi.
- Memungkinkan reseksi tumor didekat pembuluh darah besar karena adanya efek penghangatan oleh aliran darah.
- Lebih efektif dari pembedahan untuk mengatasi tumor baru multiple di hepar.
- lebih unggul mdari radiofrekwensi ablation untuk tumor berukuran lebih dari 5 cm.
- Proses beku cair cepat dan dapat mempercepat nekrosis dan merangsang respons imun pada sel tumor yang tersisa.
GLOBAL WARMING
NPM :220111080048
Pemanasan global terjadi disebabkan meningkatnya suhu rata- rata dipermukaan bumi.
- Karena bumi menyerap lebih banyak energi matahari dari pada yang dilepas kembali ke atmosfer ( ruang angkasa ).
- Menyebabkan terjadinya peningkatan emisi gas.
- Menimbulkan peningkatan panas bumi dan pencairan kutub es.
- Pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil ( bahan bakar minyak, batu bara dan sejenisnya).
- Penghasil terbesarnya adalah negeri - negeri industri seperti Amerika,Inggris, Canada, Jepang , China dll.
- Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negara - negara utara yang sepuluh kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan.
- Malnutrisi mengakibatkan kematian 3,7 juta jiwa pertahun.
- Diare mengakibatkan kematian 1,9 juta jiwa pertahun.
- Malaria mengakibatkan kematian 0,9 juta jiwa.
Usaha - usaha untuk mengurangi pemanasan global :
Transportasi :
- Hindari menggunakan pesawat terbang untuk jarak kurang dari 500 km.
- Tinggalkan mobil dirumah untuk jarak yang tidak terlalu jauh.
- Gunakan kendaraan umum, kurangi polusi.
- Gunakan sepeda untuk perjalanan jarak pendek
- Matikan mobil jika menunggu lebih dari 30 detik.
- Panaskan mobil seperlunya.
- Periksa tekanan ban mobil, kurangnya tekanan menyebabkan boros bahan bakar.
- Turunkan barang dari bagasi jika tidak diperlukan.
- Rawatlah sistem pengeluaran polusi kendaraan bermotor anda.
- Matikan perangkat kantor dimalam hari dan saat libur.
- Matikan monitor komputer saat istirahat.
- Matikan lampu jika tidak digunakan.
- Gunakan perangkat kantor hemat energi.
- Lakukan audit energi untuk penghematan.
- Jangan tinggalkan alat - alat elektronik dalam keadaan stand- by.
- Hemat kertas dengan mencetak bolak balik.
- Hemat pemakaian tissue.
- Mengurangi pemakaian AC gunakan kipas angin.
- Menanam pohon disekitar pekarangan anda.
- Ikut mendukung kampanye pelestarian alam.
- Tutup kran air dengan rapat.
- Hemat air untuk mandi.
- Gunakan mesin cuci jika cucian banyak.
- Matikan lampu dan alat elektronik jika tidak digunakan.
- Panaskan air untuk minum seperlunya.
- Pilih alat elektronik hemat energi.
- Pasang pemanas bertenaga matahari di atap rumah.
- Ganti tissue dengan lap kain.
- Mengurangi pemakaian AC , gunakan kipas angin.
- Menanam pohon disekitar pekarangan anda.
- Menyalakan TV.
- Memasang AC.
- Menyalakan lampu.
- Menggunakan pengering rambut.
- Mengendarai mobil motor.
- Bermain video game.
- Menyalakan radio.
- Menggunakan microwave oven.
- Mencuci atau mengeringkan pakaian dengan mesin.
- Membuang sampah ketempat penimbunan sampah.
- Menggunakan barang - barang produksi pabrik.
Tuesday, December 02, 2008
TEORI LEININGER
NPM : 22011180046
DASAR - DASAR KONSEP TEORI LEININGER
- Tahun 1940an : caring penting dalam keperawatan dan care adalah etos dominan keperawatan.
- Tahun 1950an : cultural shock yaitu adanya recurrent behavioral differences,perbedaan ini punya dasar kultural.
- Kurangnya pengetahuan tentang kultural anak sebagai missing link dalam keperawatan untuk memahami variasi dalam perawatan klien.
- Tahun 1979 : Transcultural care yaitu suatu sub bidang pelajaran atau cabang keperawatan yang berfokus pada studi komparatif dan analisis kultural mengenai praktek, keyakinan dan nilai - nilai keperawatan dan perawatan sehat sakit.
Menyediakan/memberikan pelayanan asuhan perawatan yang bermutu dan efektif kepada orang lain berdasarkan nilai - nilai kultural mereka dan konteks sehat sakit. Dibangun dari pemikiran bahwa manusia dari tiap kebudayaan tidak hanya dapat mengetahui dan mendefinisikan pengalaman dan perasaan dunia keperawatan mereka tetapi juga dapat menghubungkan pengalaman dan perasaan itu ke kepercayaan dan praktek kesehatan umum mereka.
KONSEP TEORI LEININGER
Tahun 1991, definisi yang lebih berorientasi untuk konsep : culture, cultural care diversity, cultural care universality, nursing, worldview,dimensi struktur budaya dan social, konteks lingkungan, ethnohistory, generic ( folk or lay) care system, sistem perawatan profesional, kesehatan,care/caring, culture care preservation, accomodation dan repatterning.
- Budaya : keseluruhan nilai, kepercayaan, norma dan cara hidup yang di pelajari, dibagi dan di transmisikan dalam kelompok tertentu yang menuntun mereka dalam berpikir, mengambil keputusan dan bertindak dalam pola tertentu.
- Melekat dalam : bahasa, agama, sosial, politik, pendidikan, ekonomi, teknologi lingkungan.
- Cultural care : yang membantu, mendukung untuk memelihara kondisi dan meningkatkan kesehatan.
- Cultural Care Preservation : maintenance
- Cultural Care Accomodation : negotiation
- Cultural care Repatterning : restrukturisasi
- Health : status keadaan manusia yang secara kultural merefleksikan kemampuan melakukan aktifitasharian dalam cara hidup yang terpola.
- Dikembangkan terutama sekali untuk menemukan jalan dan maksud dalam memberi kepedulian terhadap masyarakat yang mempunyai nilai - nilai berbeda dan jalan hidup masing - masing.
- Di desain untuk memandu perawat dalam menyediakan pelayanan keperawatan.
- Teori ini tidak hanya bepusat pada interaksi perawat klientetapi berfokus juga meliputi kepedulian keluarga, kelompok , masyarakat , kultur dan institusi.
Leininger mengkritisi empat konsep keperawatan yaitu manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan.
Definisi konseptual menurut asumsi dan teori dari M.Leininger
- Manusia seseorang yang diberi perawatan dan harus diperhatikan kebutuhannya.
- Kesehatan : konsep yang penting dalam perawatan transkultural.
- Lingkungan tidak didefinisikan secara khusus, namun jika dilihat bahwa telah terwakili dalam kebudayaan, maka lingkungan adalah inti utama dari teori M. Leininger.
- Keperawatan. Beliau menyajikan 3 tindakan yang sebangun dengan kebudayaan klien yaitu cultural care preservation, accomodation dan repatterning.
Seorang wanita bersuku jawa, bernama ny. M berumur 61 tahun, pendidikan terakhir S1 dengan gelar Spd, masuk rumah sakit 3 hari yang lalu karena stroke dan sedang dalam masa pemulihan . Sekarang diamenderita kelemahan pada tubuh bagian kiri.Dia dirawat di RS B di kelas 1 dengan 1 orang pasien lainnya. Sebelum dia masuk rumah sakit karena stroke Ny.M memelihara rumahnya sendiri dan cukup mandiri. Dia merupakan wanita yang ulet dan mandiri serta percaya dengan kemampuannya sendiri. Dia mengatakan bahwa dia juga aktif berpolitik. rumahnya berada di linhkungan tempat tinggal yang masih memegang kepercayaan tradisional yaitu tidak boleh merubah bentuk rumah sehingga daerah itu mempunyai nilai historis.
Pembahasan :
Pengkajian : Dikaji berdasar aspek - aspek yang biasanya melekat dalam budaya antara lain :
- Kinship dan struktur sisial : janda dengan dua anak, aktif dalam kelompok lansia dan menjadi tenaga sukarela bagian administrasi ditempatnya bekerja 1x seminggu.
- Profesional : dokter merupakan kepala tim dan profesi lainnya juga merupakan bagian dari tim.
- Keperawatan juga bagian dari tim, mengidentifikasi kebutuhan perawatan makan yaitu kebutuhan ADL.
Berdasarkan dari area Diversity dan Universality yang belum terpenuhi, termasuk kebutuhan akan kemandirian akan mobilitas, makan, BAB, BAK dan kebutuhan interaksi dengan orang lain dalam kelompok lansia.
Perencanaan:
Pemberian keperawatan berdasarkan kebudayaan (cultural care preservation), pengakomodasian perawatan bwerdasarkan kebudayaan, restrukturisasi perawatan berdasarkan kebudayaan ( cultural care repatterning) atau kombinasi dari ketiga-tiganya.
Implementasi
- Pemeliharaan ( preservation ): membantu Ny.M melakukan hubungan dengan anggota kelompok lansia yang lain.
- Akomodasi : membantunya dalam belajar menggunakan alat bantu jalan.
- Repatterning : menemaninya makan dengan menggunakan tangan kanan.
- Apakah sudah terpenuhi cultural diversity dan universality?
- Apakah ny.M bisa memandang dirinya untuk melanjutkan kemandirian?
- Teori Leininger pada intinya menitik beratkan pada kebudayaan seseorang.
- Teori Leininger telah di usahakan untuk dapat diaplikasikan kedalam berbagai budaya oleh penemunya yaitu Madeleine M. Leininger.
- kekuatan utama dari teori ini adalah pentingnya pengenalan budaya dan pengaruhnya terhadap perawatan perawatan pasien.
- Teori Leininger sangat diperlukan dan membantu dalam praktek keperawatan, serta mendukung dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.
- Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, perawat perlu memahami norma - norma dan cara hidup budaya dari klien sehingga klien dapat mempertahankankesejahteraannya, memperbaiki cara hidupnya atau kondisinya.
- Pemberian informasi mengenai penyakit dan prosedur pengobatan kepada klien/keluarga klien akan membantu kelancaran pengobatannya.
- Hendaknya ada pemberian informasi yang jelas dari perawat kepada klien, sehingga tidak ada suatu penolakan klien dalam pengobatannya.
- Walaupun klien termasuk orang yang berpendidikan , hendaknya klien menerima anjuran yang diberikan dokter yang menanganinya.
- Seharusnya perawat lebih memperhatikan kebutuhan klien.
www.madeleine-leininger.com
www.fik.ui.edu
nursingart.blogspot.com/2008/07/nursing-theory
Tuesday, November 11, 2008
HEALTH BELIEVE MODEL
NPM : 220111080046
- Model kepercayaan kesehatan adalah salah satu konsep yang paling banyak digunakan untuk memahami perilaku kesehatan.Berkembang pada awal tahun 1950.Merupakan model konsep yang sukses digunakan lebih dari setengah abad dalam mempromosikan keselamatan dan prilaku kesehatan antara lain, penggunaan kondom, seat belt, pemenuhan panggilan kesehatan, screening kesehatan dll.
Model kepercayaan kesehatan didasarkan kepada pemahaman seseorang percaya memelihara kesehatannya dihubungkan dengan aktifitasnya, contohnya jika orang tersebut :
- menghindari perasaan mempunyai kondisi kesehatan yang lemah ( pada pasien - pasien HIV ).
- Mempunyai harapan positif dengan kesehatannya, jika melaksanakan apa yang di rekomendasikan petugas kesehatan.
- Percaya akan sukses dengan aktifitas yang di rekomendasikan oleh tim medis.
Menurut Rosenstock ( 1974 - 1977 ) bahwasannya model ini dekat dengan pendidikan kesehatan.
Konsep : Perilaku kesehatan merupakan fungsi dari pengetahuan dan sikap. Secara khusus bahwa persepsi seseorang tentang kerentanan dan kemujaraban pengobatan dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam prilaku kesehatannya.
Health believed model menurut Becker ( 1979 ) di tentukan oleh :
- Percaya bahwa mereka rentan terhadap masalah kesehatan.
- Menganggap serius masalah.
- Yakin terhadap efektivitas pengobatan.
- Tidak mahal
- Menerima anjuran untuk mengambil tindakan kesehatan.
Kelemahan:
- Bersaing dengan kepercayaan dan sikap - sikap lain
- Pembentukan kepercayaan seiring dengan perubahan prilaku
MODEL KOMUNIKASI / PERSUASI ( McGuire 1964 )
Konsep : Komunikasi dapat mengubah sikap dan prilaku kesehatan secara langsung pada kausal yang sama. Input ( stimulus ) - output ( tanggapan terhadap stimulus ). Perubahan pengetahuan dan sikap merupakan pra kondisi dalam perubahan prilaku kesehatan.
Komponen health believed model
- Kerentanan yang dirasakan: Persepsi terhadap resiko dari suatu kondisi kesehatan.
- Kekerasan yang di rasakan : Keseriusan perhatiannya terhadap suatu penyakit.
- Manfaat yang dirasakan : Efektifitas tindakan dalam mengurangi ancaman penyakit.
- Variabel - variabel lain: Perbedaan demografi, sosiopsikologi, dan variabel struktural.
- HBM pertama kali berkembang pada tahun 1950 oleh seorang psykologi sosial Godfrey Hochbaum, Irwin Rosenstock, dan stephen kegels bekerja dipelayanan kesehatan umum. Program ini dikembangkan karena ada kegagalan dalam program pelayanan kesehatan untuk membebaskanpenyakit TB.
- TB screening program menyediakan layanan gratis dalam melakukan screening x-ray dengan menggunakan kendaraan.
- Ketika petugas melakukan pelayanan banyak orang - orang yang tidak mau keluar rumah, namun demikian petugas dengan cepat mempelajari bagaimana meminta orang - orang untuk mau keluar rumah.
- Petugas mempelajari bagaimana memotivasi orang- orang supaya keluar rumah dan mereka mengerti tentang resiko penyakit dan keuntungan dari pelayanan kesehatan gratis ini.Ini sebagai faktor penting untuk memotivasi mereka.
- Perceived Susceptability
- Perceived Severity
- Perceived Benefite
- Perceived Barriers
- Primary prevention ; contoh : program unt7uk mencegah kehamilan, mencegah penyakit menular melalui hubungan sex, promosi pengguanaan kondom mencegah HIV.
- secondary Prevention : deteksi dini membantu / mengenalipenyakit menular atau HIV dan menurunkan penyebaran penyakit dikarenakan hu bungan sex yang tidak aman.
1. Hubungan antara kepercayaan dengan prilaku tidak pernah selaras
2.Modifikasi kepercayaan sering gagal dan butuh alternatif pendekatan.
3.Berhubungan dengan kritik yang kedua yaitu faktor individu dan faktor lingkungan sisial harus menjadi target intervensi kesehatan.
4.Tidak adanya kuantifikasi terutama untuk skala ordinal
5.adanya victim-blamming.
Refensi :
- Universitas of South Florida Health Behavior Change : Theories and Model (www.med.usf.edu)
- American school health Association Behavioral Theories ( www.cast.ilstu.edu)
- Marvin Eisen, et.al.A Health Believed Model-Social Learning Theory Approach to Adolescent Fertility Control:finding froms a Controlled Field trial.Health education Quarterly vol.19,1992
Sunday, November 09, 2008
Proses oksigen (O2) dari atmosfer sampai dengan masuk ke dalam sel
NPM : 220111080046
Sel tubuh, paru-paru dan sel darah terlibat dalam pengiriman oksigen sampai dengan sel. Oksigen dibawa oleh darah dalam bentuk oxyhemoglobin,yang terbentuk saat pernafasan dimana oksigen terikat dengan komponen heme yaitu protein dari hemoglobin dari sel darah merah [erythrocyte].O2 yang terikat dengan Fe2++ dalam heme,selanjutnya masuk ke dalam sel dan digunakan untuk aerobic glycolysis untuk memproduksi ATP melalu proses oxidative phosfoliration.Selama proses tersebut,electron-elektron ditransfer dari electron donor,ke electron acceptor,seperti oksigen dalam reaksi redox [oksidasi dan reduksi].
Udara di hirup melalui hidung -à masuk ke paru-paru lewat trachea -àudara disebarkan ke seluruh paru-paru -àudara yang mengandung O2 diserap oleh darah, setelah melewati membrane tipis di paru-paru -à O2 dibawa ke jantung lewat arteri dan cabangnya ke organ lain dan jaringan tissue -àpada saat darah kandungannya tidak ada O2, dia akan membawa carbonic acid yang diproduksi saat oxidasi dan pembakaran sisa, kemudian dibawa lagi ke paru-paru (termasuk zat yang bersifat poison), dan dikeluarkan lewat exhaled breath. (Philosophy and practice based on the unity of disease and cure book, by Henry Lindlahr.)
a.Ventilasi paru
Yaitu proses masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. Ventilasi dapat terselenggara kalau arus udara ke dan dari alveoli melalui saluran napas, lancar. Arus udara ini kecuali ditentukan oleh isi paru, juga ditentukan tekanan yang menimbulkan aliran, dan tahanan saluran napas. Tekanan yang menimbulkan aliran ada dua macam, yaitu tekanan oleh kontraksi otot pernapasan dan tekanan daya lenting jaringan paru. Kedua tekanan tadi dilawan oleh tahanan saluran nafas. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Pada inspirasi, dada ,mengembang, diafragma turun dan volume paru bertambah. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi :
1) Tekanan udara atmosfer
2) Jalan nafas(harus bersih dari segala sumbatan)
3) Compliance dan recoilCompliance paru-paru merupakan indikasi kemampuan perluasan paru-paru, bagaimana paru-paru dengan mudahnya mengembang dan mengempis. Semakin rendah compliance, semakin besar gaya yang dibutuhkan untuk mengisi dan mnegosongkan paru-paru. Semakin besar compliance, semakin mudah bagi paru-paru, semakin mudah paru-paru untuk mengisi dan mengosongkan paru-paru. Adapun Faktor yang mempengaruhi :
a). Struktur jaringan penghubung dari paru-paru. Kehilangan jaringan penghubung menghasilkan kerusakan alveolar, seperti pada emfisema, yang meningkatkan compliance
b). Produksi surfaktan, pada saat ekshalasi, alveoli yang kolaps karena produksi surfaktan yang tidak mencukupi, seperti pada respiratory distress syndrome, mengurangi compliance paru-paru
c). Mobilitas rongga toraks, arthritis atau kelainan skelet lainnyamempengaruhi artikulasi rusuk atau kolom spinal juga mengurangi compliance.
4) Kontrol pusat pernafasan
Pusat respirasi merupakan sekelompok neuron yang tersebar luas dan terletak bilateral di dalam substansia retikularis medula oblongata dan pons. Pusat respirasi dibagi menjadi DRG (Dorsal Respiratory Group) yang berfungsi pada seluruh proses respirasi normal, dan VRG (Ventral Respiratory Group) yang berfungsi saat bernapas dengan kuat, yaitu saat inhalasi maksimal dan ekshalasi aktif.
b. DifusiYaitu berpindahnya partikel-partikel gas dari alveoli ke dalam sel darah merah(O2) atau dari dalam sel darah merah ke alveoli (CO2). Dan juga dari dalam sel darah merah ke dalam sel-sel jaringan (O2) dan dari dalam sel jaringan ke dalam sel darah merah (CO2). Di dalam tubuh, kecepatan difusi bergantung kespada beberapa hal, di antaranya ialah :
1) Selisih tekanan bagian masing-masing gas yang berdifusi diantara kompartemen-kompartemen.
Gas berdifusi dari tempat yang tekanan bagiannya tinggi, ke tempat yang tekanan bagiannya rendah. Untuk oksigen, dari alveoli ke darah dan kemudian ke sel jaringan. Tekanan bagian oksigen di jaringan selalu rendah karena oksigen yang sampai ke jaringan dipakai untuk pembakaran. Dalam proses pembakaran di dalam sel, karbondioksida selalu terbentuk sehingga tekanan bagian CO2 di dalam sel tinggi, dan ini dikeluarkan dengan proses difusi. Jadi CO2 berdifusi dari sel jaringan ke darah, kemudian ke alveoli.
2) Jarak yang harus ditempuh oleh partikel yang berdifusi.
3) Sifat membran dan daya larut partikel yang akan berdifusi di dalam membrane.
4) Luas permukaan difusi.
Butir (2), (3), dan (4) menentukan juga kapasitas difusi. Untuk memeriksa kapasitas difusi, biasanya perlu diperiksa konsumsi oksigen, curah CO2, RQ (Respiratory Quotient) serta kapasitas difusi sendiri dengan menggunakan gas O2 dan gas CO2. (sumber : Uji faal Paru oleh dr. V. Sutarmo Setiadji, dr.Busjra M. Nur, dr. B. Gunawan, Fakultas Kedokteran Indonesia).
c. Transportasi Gas
Yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel.Larutan plasma dengan CO2 berikatan dengan Hb [30%] membentuk carbaminohemoglobin.Larutan dalam plasma berikatan dengan H2O sebagai HCO3 [65%].
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
a. Curah jantung (cardiac Output / CO)b. Kondisi pembuluh darahc. Erytrocyte[Hb]d. Latihan (exercise)
ENERGY
NPM : 220111080046
Maksud energi adalah kemampuan untuk melakukan atau menghasilkan perubahan suatu zat atau bahan yang diperlukan untuk respirasi, metabolisme sel, sirkulasi, aktifitas kelenjar dan juga mempertahankan suhu tubuh.
Dalam fisika dan ilmu lain, energi berasal dari Yunani - energeia,dan energos yang berarti aktif, bekerja. Atau bisa dikatakan energy adalah kuantitas skalar fisik, atribut obyek dan sistem yang dilindungi di alam, dan di dalam buku fisika energi sering didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan. ( http://en.wikipedia.org).
Siklus Pembentukan Energi
Karbohidrat glukosa merupakan karbohidrat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan energi di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida, disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan terkonversi menjadi glukosa di dalam hati. Di dalam tubuh, glukosa tidak hanya dapat tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot dan hati, namun juga dapat tersimpan pada plasma darah dalam bentuk glukosa darah, glukosa kemudian akan digunakan untuk mensintesis, molekul ATP (adenosine triphosphate) yang merupakan molukel molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. Dalam konsumsi keseharian, glukosa akan menyediakan hampir 50—75% dari total kebutuhan energy tubuh.
Untuk dapat menghasilkan energi, proses metabolisme glukosa akan berlangsung melalui 2 mekanisme utama yaitu :
-Proses anaerobic
Glukosa dalam aliran darah diffuses ke cytoplasm dan terkunci oleh phosphorylation. Sebuah molekul glukosa ini kemudian diubah untuk fructose dan phosphorylated lagi untuk fructose diphosphate. Langkah ini sebenarnya memerlukan energi, dalam bentuk dua ATPs per glucose. Fructose yang kemudian menghasilkan dua glyceraldehyde Fosfat (GPs). Pada langkah berikutnya, energi ini akhirnya dikeluarkan, dalam dua bentuk, 2 ATPs dan 2 NADHs, sebagai GPs yang telah dioxidasi menjadi phosphoglycerates. Salah satu enzim kunci dalam proses ini adalah glyceraldehyde fosfat dehydrogenase (GPDH), sebuah atom hidrogen dari GP untuk NAD untuk menghasilkan NADH.
-Proses aerobic
Proses ini akan berjalan menggunakan enzim sebagai katalis di dalam mitochondria dengan kehadiran oksigen (O2). Pyruvate adalah molekul untuk memulai oxidative phosphorylation melalui Krebb atau citric acid siklus. Dalam proses ini, semua dari C-C dan C-H pyruvate yang akan ditransfer ke oksigen. Berikut gambar di bawah ini.:
Metabolisme glukosa
a. Proses Glikolisis
Proses ini berlangsung dengan mengunakan bantuan 10 jenis enzim yang berfungsi sebagai katalis di dalam sitoplasma (cytoplasm) yang terdapat pada sel eukaryotik (eukaryotic cells). Inti dari keseluruhan proses Glikolisis adalah untuk mengkonversi glukosa menjadi produk akhir berupa piruvat. Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul piruvat, proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul ATP serta molekul NADH (1 NADH3 ATP). Melalui proses glikolisis ini 4 buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP akan dapat terbentuk.
b.Respirasi selular
Akan berlangsung pada kondisi aerobik dengan mengunakan bantuan oksigen Bila oksigen tidak tersedia maka molekul piruvat hasil proses glikolisis akan terkonversi menjadi asam laktat. Dalam kondisi aerobik, piruvat hasil proses glikolisis akan teroksidasi menjadi produk akhir berupa H O dan CO di dalam tahapan proses yang dinamakan respirasi selular (Cellular respiration).
Proses respirasi selular ini terbagi menjadi 3 tahap utama yaitu :
1) Produksi acetyl-CoA / Proses Konversi Pyruvate
Sebelum memasuki Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) molekul piruvat akan teroksidasi terlebih dahulu di dalam mitokondria menjadi Acetyl-Coa dan CO . Proses ini berjalan dengan bantuan multi enzim pyruvate dehydrogenase complex (PDC) melalui 5 urutan reaksi yang melibatkan 3 jenis enzim serta 5 jenis coenzim. 3 jenis enzim yang terlibat dalam reaksi ini adalah enzim Pyruvate Dehydrogenase (E1), dihydrolipoyl transacetylase (E2) & dihydrolipoyl dehydrogenase (E3), sedangkan coenzim yang telibat dalam reaksi ini adalah TPP, NAD+, FAD, CoA & Lipoate.
2) Proses oksidasi Acetyl-CoA (Citric-Acid Cycle)
Molekul Acetyl CoA yang merupakan produk akhir dari proses konversi Pyruvate kemudian akan masuk kedalam Siklus Asam Sitrat. Secara sederhana persamaan reaksi untuk 1 Siklus Asam Sitrat (Citric Acid Cycle) dapat dituliskan :
Acetyl-CoA + oxaloacetate + 3 NAD + GDP + Pi +FAD --> oxaloacetate + 2 CO + FADH + 3 NADH + 3 H + GTP
Siklus ini merupakan tahap akhir dari proses metabolisme energi glukosa. Proses konversi yang terjadi pada siklus asam sitrat berlangsung secara aerobik di dalam mitokondria dengan bantuan 8 jenis enzim. Inti dari proses yang terjadi pada siklus ini adalah untuk mengubah 2 atom karbon yang terikat didalam molekul Acetyl-CoA menjadi 2 molekul karbon dioksida (CO ), membebaskan koenzim A serta memindahkan energi yang dihasilkan pada siklus ini ke dalam senyawa NADH, FADH dan GTP.
3) Proses /Rantai Transpor ElektronProses konversi molekul FADH dan NADH yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat citric acid cycle) menjadi energi dikenal sebagai proses fosforilasi oksidatif (oxidative phosphorylation) atau juga Rantai Transpor Elektron (electron transport chain). Di dalam proses ini, elektron-elektron yang terkandung didalam molekul NADH & FADH ini akan dipindahkan ke dalam aseptor utama yaitu oksigen (O ). Pada akhir tahapan proses ini, elektron yang terdapat di dalam molekul NADH akan mampu untuk menghasilkan 3 buah molekul ATP sedangkan elektron yang terdapat dalam molekul FADH akan menghasilkan 2 buah molekul ATP.
Secara keseluruhan proses metabolisme Glukosa akan menghasilkan produk samping berupa karbon dioksida (CO ) dan air (H O). Karbon dioksida dihasilkan dari siklus sam Sitrat sedangkan air (H O) dihasilkan dari proses rantai transport elektron. Melalui proses metabolisme, energi kemudian akan dihasilkan dalam bentuk ATP dan kalor panas. Terbentuknya ATP dan kalor panas inilah yang merupakan inti dari proses metabolisme energi. Melalui proses Glikolisis, Siklus Asam Sitrat dan proses Rantai Transpor Elektron, sel-sel yang tedapat di dalam tubuh akan mampu untuk mengunakan dan menyimpan energi yang dikandung dalam bahan makanan sebagai energi ATP. Secara umum proses metabolisme secara aerobic akan mampu untuk menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan proses secara anaerobik. Dalam proses metabolisme secara aerobik, ATP akan terbentuk sebanyak 36 buah sedangkan proses anaerobik hanya akan menghasilkan 2 buah ATP. Ikatan yang terdapat dalam molekul ATP ini akan mampu untuk menghasilkan energi sebesar 7.3 kilokalor per molnya.